Rumah Kumuh di Thailand Jadi Objek Turis Asing, Harga Menginap Per Malam Cuma Rp8.700


Rumah kumuh ini berhasil menarik perhatian banyak turis melalui platform Airbnb.

 

Sebuah rumah tua yang terletak di jantung kota Bangkok, Thailand, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Meskipun penampilannya kumuh dan fasilitas yang ditawarkan sangat terbatas, rumah ini berhasil menarik perhatian banyak turis melalui platform Airbnb.

Melansir dari AsiaOne, dengan harga sewa mulai dari 19 baht atau Rp8,700 (kurs Rp458) hingga 360 baht atau Rp165 ribu per malam, akomodasi ini menawarkan pengalaman unik yang jarang ditemukan di tempat lain.

Orang lain juga bertanya?

Dimana lokasi rumah murah itu?

Lokasinya terbilang strategis dan masih di kawasan Kota Bandung, wilayah Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik.

Bagaimana cara mendapatkan penginapan yang bagus dan murah di Jakarta?

Pulau Bali di Indonesia mendapat semua perhatian, tetapi tetangganya, Jawa, jauh lebih terjangkau. Pulau ini merupakan rumah bagi ibu kota negara yang besar, yang memiliki semua fasilitas yang dapat Anda bayangkan, dengan harga yang murah.

Dimana wisatawan bisa menemukan hotel murah di Taipei?

Wisatawan dapat menemukan hotel berperingkat tinggi dengan harga di bawah USD100 (Rp1,6 juta) per malam. Banyak wisatawan baru ke Taipei di Reddit melaporkan bahwa mereka dapat menemukan kamar hotel yang bagus, tetapi sederhana dengan harga USD45 (Rp729.000) per malam, beserta banyak makanan kaki lima yang lezat seperti xiao long bao (pangsit kukus khas Cina), bubble tea, dan es serut mangga.

Kenapa rumah peristirahatan itu dianggap bukan tempat tinggal biasa?

‘Kemungkinan besar bangunan ini digunakan sebagai tempat peristirahatan kerajaan karena perencanaan arsitektur bangunan tersebut dan kelangkaan pecahan tembikar di dalamnya,’ kata Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir dalam sebuah pernyataan.

Kenapa rumah murah ini penting?

Rumah murah ini sangat membantu warga di Kota Bandung dengan penghasilan menengah ke bawah.

Kenapa pria itu tinggal di kolong rumah?

‘Ini adalah situasi yang aneh, tetapi mungkin bukan hal yang tidak biasa. Saat ini, orang-orang memang mencari tempat berlindung.’

Salah satu kamar, yang dikenal sebagai Boss Room 3, bahkan telah dipesan penuh hingga Februari 2026. Ini menunjukkan popularitasnya yang luar biasa di kalangan wisatawan, meskipun fasilitas yang tersedia jauh dari kata mewah.

Rumah ini memiliki tujuh kamar yang disewakan, sementara pemiliknya, Supoj, tinggal di salah satu kamar tersebut.

Dalam deskripsi iklannya, Supoj dengan jujur menggambarkan rumah tersebut sebagai “tempat bergaya kumuh” dan tidak berusaha menyembunyikan kondisi bangunannya yang sederhana.

Meski demikian, akomodasi ini tetap menawarkan fasilitas dasar seperti Wi-Fi, kamar mandi bersama, dan kamar pribadi.

Kondisi rumah ini memang jauh dari standar kenyamanan modern. Para tamu harus menyiram toilet secara manual menggunakan ember air, sementara sebagian besar kamar hanya dilengkapi dengan kipas angin dan kelambu.

Namun, ada satu kamar yang memiliki AC, hasil dari sumbangan para tamu sebelumnya. Beberapa kamar hanya bisa diakses melalui tangga kayu, yang mungkin menjadi tantangan bagi tamu dengan keterbatasan mobilitas.

Keunikan dan Kisah di Balik Rumah kumuh

Supoj mewarisi rumah kayu bergaya tradisional Thailand ini dari pamannya. Sejak awal, ia menyadari bahwa biaya renovasi rumah tersebut terlalu mahal.

Untuk itu, ia memutuskan menyewakan kamar-kamarnya dengan harga murah demi menghasilkan pendapatan sekaligus menghadirkan suasana hidup di rumahnya.

Kepada media lokal Vision Thai, Supoj mengungkapkan ia menyewakan kamar bukan semata untuk uang, melainkan juga untuk mengusir rasa sepi dan takut pada kegelapan serta hantu.

Dalam iklan Airbnb-nya, Supoj memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi rumah dan aturan bagi para tamu. “Rumahnya tidak terlalu bagus, tetapi harganya murah, seperti yang terlihat pada gambar. Semua masalah sudah saya tulis. Silakan baca dan lihat semua fotonya,” tulisnya.

Selain itu, ia juga menawarkan pengalaman eksklusif dengan menyediakan kamarnya sendiri bagi tamu yang sering kembali.

Kehangatan dan Komunitas di Rumah Supoj

Terlepas dari keterbatasan fasilitas, rumah Supoj mendapatkan ulasan luar biasa dari para tamunya. Sebagian besar memberikan peringkat bintang lima, dengan skor keseluruhan kamar di atas 4,9 bintang.

Supoj dikenal ramah dan perhatian terhadap tamunya, bahkan menciptakan obrolan grup untuk para penyewa. Ia sering mengantar tamu ke bandara dan menyambut pendatang baru bersama mereka.

Supoj juga sangat peduli terhadap keselamatan tamunya. Dalam salah satu kesempatan, ia mengundang lebih banyak penyewa untuk tinggal di rumah agar seorang tamu perempuan tidak merasa takut tinggal sendirian.

Saat ini, rumah tersebut menampung sekitar delapan hingga sepuluh orang, beberapa di antaranya tinggal hingga satu tahun.

Dengan harga terjangkau dan suasana unik, rumah Supoj berhasil menarik perhatian wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.

Rumah ini menjadi contoh bagaimana akomodasi sederhana dapat menawarkan lebih dari sekadar tempat menginap, tetapi juga komunitas dan kehangatan yang tak ternilai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *