Jakarta, Media Kortas–Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta ternyata membawa dampak yang luar biasa bagi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sampai saat ini berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count perolehan suara pasangan Ridwan Kamil-Suswono masih kalah dari Pramono Anung-Rano Karno.
“Jokowi tekor banyak di Jakarta. Persiapan Jokowi untuk memenangkan Ridwan Kamil dengan ratusan miliar sudah beredar,” kata pengamat politik Rocky Gerung.
Saat berbicara dalam wawancara bersama jurnalis senior Hersubeno Arief di kanal Youtube Forum News Network (FNN), yang dikutip pada Selasa 3 Desember 2024, Rocky menyebut rakyat Jakarta tidak mempan dibujuk dengan uang.
“Jakarta sudah menjadi kota yang tidak bisa lagi dipermainkan secara manipulatif,” kata Rocky.
Sementara itu salah satu partai pengusung Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), PKS mengakui Pilkada Jakarta telah menguras keuangan partai. Terlebih PKS sebelumnya juga sudah habis-habisan saat Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif (Pilpres dan Pileg).
“Jujur semua partai abis pileg pilpres kemarin tuh kalau tanya saya, duit saya abis,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.
Saat memberikan keterangan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 28 November 2024, Mardani mengatakan jika nantinya Pilkada Jakarta berlangaung dua putaran, PKS dan anggota KIM Plus lainnya berharap dukungan amunisi dari para kader yang menjadi anggota DPR.
Mardani menuturkan nantinya anggota dari KIM Plus mendapatkan tunjangan kegiatan reses yang dapat dimanfaatkan untuk memenangkan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO).
“Kalau putaran kedua nih pas reses enak nih kita punya kekuatan. Nah jadi yang pertama optimalkan semua anggota partai yang ada,” imbuhnya.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count pasangan nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno berhasil memenangkan Pilkada Jakarta dengan perolehan 2.181.636 suara atau 50,07 persen.
Disusul pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil dan Suswono yang mendapat 1.717.037 suara atau 39,40 persen. Di posisi terakhir pasangan nomor urut 2 Dharma Pongrekun dan Kun Wardana yang memperoleh 458.839 suara atau 10,53 persen.
Berdasarkan aturan dalam Pasal 10 ayat 2 UU Nomor 2 Tahun 2024, paslon dinyatakan menang Pilkada jika mendapat suara 50 persen plus satu suara (50% + 1). Itulah sebabnya jika mengacu pada hasil quick count pasangan Pramono-Rano menjadi pemenang Pilkada Jakarta 2024.

