Jakarta, 3 November 2024 – Pertamina, perusahaan energi nasional Indonesia, mengumumkan komitmennya untuk mempercepat transisi energi terbarukan dengan fokus pada pengurangan emisi karbon. Langkah ini adalah bagian dari strategi perusahaan untuk beradaptasi dengan tantangan global terkait perubahan iklim dan mendukung Indonesia dalam mencapai target net-zero emissions pada 2060.
Dalam pidato resminya, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan bahwa perusahaan akan terus berinvestasi dalam pengembangan energi terbarukan, seperti energi surya, angin, dan bioenergi, sambil terus melakukan efisiensi pada sektor energi fosil. “Kita harus mempercepat transisi energi untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau. Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap keberlanjutan, Pertamina akan terus meningkatkan investasi dalam energi bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program ini juga mencakup pengurangan jejak karbon pada operasi perusahaan dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, serta berkomitmen untuk mengurangi polusi dan memperbaiki pengelolaan limbah di seluruh fasilitas produksi. Selain itu, Pertamina juga bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung kebijakan energi yang mendukung keberlanjutan jangka panjang.
Berdasarkan laporan perusahaan, pada 2025 mendatang Pertamina menargetkan lebih dari 30% total energi yang dihasilkan akan berasal dari sumber energi terbarukan. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mempercepat transformasi Indonesia menjadi negara yang lebih ramah lingkungan.

